Proporsi Kepemilikan Bisnis

Proporsi kepemilikan bisnis biasanya dibahas di awal ketika seseorang membuat sebuah bisnis bersama dengan orang lain. Proporsi yang tepat terkadang agak sulit untuk dirumuskan karena preferensi masing - masing orang berbeda. Dari kesulitan itu, artikel ini mencoba untuk merumuskan dengan berbagai keterbatasan karena pertimbangan dalam penentuan sebenarnya banyak. Setidaknya ada lima cara penentuan kepemilikan saham dalam sebuah bisnis:
  1. Ada yang mayoritas dipegang oleh satu orang dan dia menjalankan bisnisnya sendiri. Ini seperti ketika Anda membuka warung klontong yang menjual kebutuhan harian masyarakat. Anda sebagai pemilik modal, Anda juga yang menjalankannya atau orang terdekat Anda dan tidak diberikan gaji tetap kepada dia.
  2. Ada yang mayoritas dipegang oleh satu orang dan dia mengajak temannya yang lain untuk membantu dia. Sebagai manajemen atau sebagai apapun yang bisa membantu bisnis itu dibuka. Biasanya si pemilik bisnis agak segan untuk membahas mengenai kepemilikan saham jadi dia tidak membahas hal ini tetapi meminta orang lain yang biasanya temannya untuk membantu dia tetapi tidak dibahas mengenai posisi si teman ini dalam bisnis. Hal ini biasanya bukan karena si pemilik ingin membohongi atau menyengsarakan temannya ini, tetapi dia agak bingung mau memulai dari mana membicarakannya. Khawatir temannya tidak mau menerima ajakannya. Padahal banyak juga teman yang ingin membantu temannya bukan karena uang. Walau untuk jangka panjang sebaiknya hal ini dibicarakan.
  3. Ada pembagian saham setengah – setengah dan pekerjaan membangun bisnis dijanjikan untuk dikerjakan bersama.
  4. Ada pembagian saham tetapi jumlahnya tidak setengah – setengah dan juga tidak di miliki 100% oleh orang tertentu, misalnya 70:30, 60:40, 80:20, 90:10. Setiap orang menyetorkan modal sesuai dengan jumlah proporsi kepemilikan sahamnya.
  5. Ada juga yang memproporsikan saham dengan jumlah tertentu bukan karena jumlah uang yang disetor tetapi dari pembagian pekerjaan fisik yang dilakukan atau sumbangan modal bentuk non uang. Misalnya pembagian proporsi saham 70:30, 70 persen saham menanggung seluruh kebutuhan biaya. 30 persen saham menjadi milik rekan bisnisnya dengan menyumbangkan waktu serta tenaga nya untuk menjalankan bisnis tersebut.

Komentar

Postingan Populer