Proporsi Saham Ideal
Proporsi jumlag saham yang dilepas kepada publik bisa memberikan beberapa arti kepada publik/ investor. Sebagai contoh apabila yang dilepas lebih dari 50 persen, maka analisaku mengatakan bahwa perusahaan ini memiliki kecenderungan untuk mengajak sebanyak mungkin pihak berpartisipasi di dalam bisnis ini. Artian lain yang lebih negatif mungkin perusahaan ingin membagi resiko yang ditanggungnya kepada publik.
Lantas bagaimana jika yang dilepas kurang dari 50 persen? maka kemungkinan perusahaan ingin mendapatkan dana segar dari publik untuk melakukan rencana - rencana bisnis yang sudah ditetapkannya. Sama seperti yang dilakukan oleh Facebook zaman ini. Mereka memang melepas saham nya banyak kepada publik. Akan tetapi jumlah vote apabila harus mengambil keputusan, Facebook memiliki andil sekitar 70 persen. Mark Zuckerberg sendiri sebagai owner memiliki 60 persen vote right nya. Selengkapnya ada disini. Memang ada perbedaan dibuat oleh owner dalam hal pengambilan keputusan. Sehingga owner memiliki hak lebih dibanding orang yang tertarik untuk mendapat keuntungan bisnis saja. Hal ini contoh win win solution juga bagi yang tertarik model seperti ini. Ini contoh bisnis di Amerika. Bagaimana dengan di Indonesia, apakah ada perusahaan yang melepas saham di pasar saham Indonesia mengikuti skema seperti ini? cek terus update-an topik ini dan topik - topik lainnya dengan berlangganan melalui e-mail di atas.
Ada pula kawan yang mengatakan bahwa apabila perusahaan melepas mendekati 50 persen seperti 49 persen dilepas kepada pihak lain, maka pada satu titik investor akan mengetahui bahwa itu tidak akan banyak berguna terutama di saat kritis perusahaan. Owner asal perusahaan akan tetap memiliki tanggung jawab dan keputusan mayoritas untuk mengarahkan perusahaan sesuai keputusannya.
Mana yang terbaik?
Menurut saya yang paling optimal adalah melepas saham antara 10-40 persen kepada pihak lain selain owner yang sudah ada. Bisa untuk menambah daya siang perusahaan ketika berkolaborasi dengan pihak lain.
Cheers!
Lantas bagaimana jika yang dilepas kurang dari 50 persen? maka kemungkinan perusahaan ingin mendapatkan dana segar dari publik untuk melakukan rencana - rencana bisnis yang sudah ditetapkannya. Sama seperti yang dilakukan oleh Facebook zaman ini. Mereka memang melepas saham nya banyak kepada publik. Akan tetapi jumlah vote apabila harus mengambil keputusan, Facebook memiliki andil sekitar 70 persen. Mark Zuckerberg sendiri sebagai owner memiliki 60 persen vote right nya. Selengkapnya ada disini. Memang ada perbedaan dibuat oleh owner dalam hal pengambilan keputusan. Sehingga owner memiliki hak lebih dibanding orang yang tertarik untuk mendapat keuntungan bisnis saja. Hal ini contoh win win solution juga bagi yang tertarik model seperti ini. Ini contoh bisnis di Amerika. Bagaimana dengan di Indonesia, apakah ada perusahaan yang melepas saham di pasar saham Indonesia mengikuti skema seperti ini? cek terus update-an topik ini dan topik - topik lainnya dengan berlangganan melalui e-mail di atas.Ada pula kawan yang mengatakan bahwa apabila perusahaan melepas mendekati 50 persen seperti 49 persen dilepas kepada pihak lain, maka pada satu titik investor akan mengetahui bahwa itu tidak akan banyak berguna terutama di saat kritis perusahaan. Owner asal perusahaan akan tetap memiliki tanggung jawab dan keputusan mayoritas untuk mengarahkan perusahaan sesuai keputusannya.
Mana yang terbaik?
Menurut saya yang paling optimal adalah melepas saham antara 10-40 persen kepada pihak lain selain owner yang sudah ada. Bisa untuk menambah daya siang perusahaan ketika berkolaborasi dengan pihak lain.
Cheers!

Komentar
Posting Komentar